Pada suatu pagi yang
menenangkan. Hembusan angin tenang menyentuh setiap inchi tubuhku, mencoba
meregangkan syaraf-syaraf yang tegang, menenangkan setiap kisah batin yang
mengiris keputus asaan hidup.
Seperti biasa aku melangkahkan
kakiku pada tempat tujuan yang sama. Di hari libur seperti ini, mungkin
kebanyakan dari penghuni bumi ini lebih memilih untuk bersantai and doing
nothing alias bermalas-malasan.. Berbeda halnya dengan sebagian
penghuni bumi yang kebetulan ditakdirkan untuk (sibuk) sedikit di hari libur
seperti ini.
Dengan derap langkah setengah ogah, ku mencoba untuk mengontrol neuron motorikku agar tercipta sinkronisasi antara otak dan otot penggerakku. Setibanya di tempat (yang tak bisa disebutkan namanya), aku berbincang-bincang tentang kisah-kisah yang seperti itu (u know-lah.. :D). Di tengah tawa kecil kami berdua, tiba-tiba ponselku berdering.. dengan sigap kusambar si merah itu dari tasku. Ada sesuatu yang menakjubkan tertera di layar yang masih menyala itu. Detak jantungku meningkat tajam, keringat dingin disertai desiran darah yang mengalir dari ujung kaki hingga ujung tubuh bagian atas.. Bila menggunakan alat pengukur tekanan darah.. mungkin saja aliran darahku kira-kira saat itu bisa mencapai di atas 170mmHg per detik.. (analogi yang begitu berlebihan).
Dengan tangan yang sudah penuh dengan keringat, degup jantung yang semakin mengeras, dan juga rasa di hati yang sudah tak jelas apa rasanya. Ku mencoba menguasai diriku perlahan, dan kubukaalah pesan itu, "Desty.. maaf ya telat bales.. oiya, k CFd yuk??..."
hatiku bergumam..
Wuaw! ajakan yang sungguh menggiurkan.. terlebih lagi ajakan itu berasal dari orang yang cukup pantas mendapatkan posisi istimewa dalam hidupku. Logika dan naluriku sebagai perempuan yang sedang terjerat asmara, mulai berperang.. Berkali-kali kumencoba mengetik balasan pesan itu, tapi berkali-kali juga kuhapus.. Mungkin inilah situasi penuh dilema yang biasa disebut dengan "GALAU".
Wuaw! ajakan yang sungguh menggiurkan.. terlebih lagi ajakan itu berasal dari orang yang cukup pantas mendapatkan posisi istimewa dalam hidupku. Logika dan naluriku sebagai perempuan yang sedang terjerat asmara, mulai berperang.. Berkali-kali kumencoba mengetik balasan pesan itu, tapi berkali-kali juga kuhapus.. Mungkin inilah situasi penuh dilema yang biasa disebut dengan "GALAU".
Akhirnya, kuputuskan untuk membalas pesan itu dengan kata-kata seperti ini:"yiaah, knp g bilang dari kmaren, kak?? tau gitu aku bolos ja deh". hehehee.
Tak sampai hingga 5 menit, balasan itu kembali datang, “yiah, jangan gitu doonk.. kuliah aja.. semangat ya..” begitulah kira-kira isi pesan itu. Ritme mesin hidupku semakin tak jelas biramanya. Konsentrasiku mulai terpecah. Tak tau harus bicara apa. Otakku mulai berpikir keras, berusaha menemukan kata-kata tepat.. tidak terlalu berlebihan alias alay dan juga tak terlalu monoton yang berakibat membosankan. Kuputuskan untuk mengajukan pertanyaan umum yang biasa dilontarkan oleh para wanita yang slalu “kepo” terhadap doi’nya,
“Pergi ma siapa, kak????” selesai ku ketik, tanpa ragu ku langsung mengirimnya..
“Pergi sama temen2, tp dia udah berangkat duluan”. Itulah balasan
terakhir yang kuterima darinya. Cukup singkat, namun berkesan dalam ingatanku.
Hingga tragedi itupun muncul….
Seperti biasa terjadi, apabila
aku, dia, dan mereka sudah berkumpul, kami slalu bercanda satu sama lain..
bertukar kisah (yang sebenarnya gak penting sih..). tapi bagi kami para ababil
yang berada pada Post-Adolesence stage, obrolan seperti itu bisa menjadi
obrolan yang menarik.
Tiba-tiba sebuah ide gila itu muncul ...
“Des, aku ketik sms ini ya..
trus aku kirim deh ke dia.. Kira-kira apa ya yang akan terjadi??” Gumam temanku
sambil tersenyum geli. Aku hanya bisa tertawa lepas seolah-olah tak ada firasat
ataupun prasangka apapun. Dengan nada santai dan percaya diri, akupun menjawab,“Coba
aja kalo berani kirim ke dia”. Hahaha…
Ketika aku membaca sms tersebut, aku benar-benar kaget bukan main, terperangah, detak jantungku seolah-olah terhenti sejenak. Kucoba merebut ponselku sekuat tenagaku dan kukerahkan setiap power yang kumiliki. Namun apalah dayaku, ku menyerah – pasrah – tak punya kuasa untuk menghentikan pesan sms yang berisi, “Kak, aku mau nikah sama kakak”.
Innalillahii… Bagaikan disambar petir dan kilat, ketika aku membaca pesan itu..
Di tengah kepasrahan itu, aku pun mulai berpikir dan mencoba menguasai naluriku. Perasaanku bercampur menjadi satu. Layaknya larutan heterogen yang terdiri dari beberapa fasa berbeda, bercampur menjadi satu. Entahlah.. apa yang kurasakan.. rasanya detik jam bumi berhenti sesaat.. petir dan kilat itu telah berubah menjadi titik-titik air hujan yang menyatu membentuk prisma cahaya yang begitu indah… Dengan tinggi ketegangan yang sudah mencapai titik maksimum, aku mulai mengetik kata demi kata, “kak, aku minta maaf.. sebenernya bukan aku yang kirim itu. Semua itu perbuatan temanku..”
Yah.… begitulah pagi ini berakhir dengan permintaan maaf atas segala tindak kekonyolan semua ini.. hahahaahaha
Akhirul kata, kutulis semua ini
untuk mengucapkan permintaan maaf yang sebenar-benarnya.. Terimakasih sudah mau
mengizinkanku hadir dalam beberapa waktu terakhir ini.. Terimakasih karena
telah menjadikan beberapa milisekon yang kulalui di hari-hari kemarin, terasa
begitu bermakna.. Terimakasih karena telah membantuku untuk merasakan
getaran-getaran itu yang telah lama hilang tenggelam tertelan rasa yang tak
tentu..


1 comments:
read this story, remain me an impression thing
Post a Comment