Wednesday, December 12, 2012

Serangkai kata untuk Ayah..



Ayah.. taukah engkau? Hidupku terasa semakin berat aku jalani setelah kau meninggalkan aku di sini. Tak ada lagi nasihat keras yang menguatkan prinsipku. Tak ada pula kata- kata indah nan lugas yang kau katakan padaku, ketika aku mulai menyadari setengah dari hidupku telah goyah karena sakit yang menempel dalam tubuhku.

Ayah.. maukah engkau mendengarkanku sejenak? Lihatlah dan jenguklah aku sesekali diriku di dunia ini. Aku sangat membutuhkan sosokmu untuk hadir kembali di sini. Akankah kau merasa sedih menyaksikan putri kesayanganmu dengan kondisi saat ini yang menyertai hidupku?

Ayah.. taukah engkau? Kini tak ada lagi seseorang yang berdiri paling depan di sini, untuk melindungiku dari tatapan keji orang- orang di sekelilingku. Untuk melindungiku saat keberadaanku benar- benar terancam seorang diri. Bahkan, tak ada lagi yang merelakan dirinya untuk membelaku, di saat semua orang menyalahkan aku, tanpa mau tau siapa aku.. apa sebabku bertindak seperti itu.. dan tak ada yang mempertanyakanku, saat aku berbuat begitu.

Ayah.. aku merasa bingung, siapakah atau paling tidak, adakah satu manusia  di bumi ini..yang mau menerimaku tanpa alasan apapun. Adakah satu saja makhluk di bumi ini, yang mau sedetik saja membelaku di saat semua tatapan jahat itu mengarahkan sorot matanya seolah salah itu sepenuhnya ada padaku. Adakah? Adakah? Adakah? Adakah orang yang mau mengakui kehadiran dan usahaku, bukan hanya disaat mereka membutuhkan sesuatu dari aku atau mereka hanya merasa terdesak lalu mendatangiku, mengemis, dan memaksaku membantu mereka. Sekarang siapakah yang pantas diperlakukan dan disebut menjijikan, aku ataukah mereka?

Ayah.. aku ingin pulang.. sama sepertimu..mungkin ini jawaban mengapa aku dilahirkan berbeda dari saudaraku yang lain. Dengan keterbatasan waktu yang kumiliki yang lebih pendek dan mungkin saja hidupku akan menjadi semakin singkat bila aku sudah habis keinginan untuk bertahan.

Ayah.. aku merindukanmu.. bukan hanya karena kau adalah ayahku.. tapi kau adalah satu- satunya penguat dalam hidupku…

Ayah.. beri tau aku.. untuk bisa bertahan tanpa ada dirimu di sampingku.. tunjukkanlah sosokmu melalui yang lain, sehingga disat semua orang disekelilingku, mungkin atau memang tak ada lagi yang mau berada di dekatku.. disaat semuanya hanya bisa membicarakan keburukanku saja, disaat semuanya hanya bisa memberikan sindiran sebagai bentuk penolakan atas diriku atau bertingkah tak menyenangkan di hadapanku..

Agar disaat semua itu terjadi,
Aku tak sendirian lagi..dan aku tidak merasa takut..
karena aku tau.. ada seseorang di luar sana..
yang siap berdiri paling depan demi membelaku dan melindungi diriku (yang mungkin tak berharga di mata orang- orang di sekitarku)..

Ayah.. terimakasih... 
Karena sebelum kau pergi meninggalkanku, kau telah mengucapkan sebuah kalimat yang begitu indah untukku. Yaitu,”Kau adalah putrid terbaik yang pernah aku miliki”.
Kata- kata itulah yang slalu membuatku tau, bahwa kau sangat mencintaiku bahkan meski kau tau aku seing membuatmu susah dengan kondisiku yang berbeda dari yang lain.
Aku sangat mencintaimu..Ayah..

*Semoga Tuhan mempercepat jadwal pertemuan kita..