Meretas rasa yang tak penah kembali
aku bagai sebuah pelanduk yang tak terlihat
seorang pelaut yang belum pernah bisa menemukan jalan kembali
sesosok bayangan semu yang ditinggal oleh nyata hidupnya
Kumelangkah terserak diantara serpihan rasa yang telah tercabik masa
kupijakkan rinduku diatas bumi yang memelukku
berharap agar suatu detik nanti..
akan ada secercah kisi cahaya melewati hidupku
Kulontarkan kata-kata itu dihadapan mereka
kuperlihatkan seluruh yang ada
ketika mereka mengangguk dan mengakui
kumerasa semua itu bual sampah semata
namun..
bila kuucap kata keliru sedetik saja
mereka lemparkan sorot mata yang mengerikan
mereka hujamkan ribuan hujatan dalam diriku
mereka bertindak SEOLAH MANUSIA TERSUCI di bumi ini
dihadapanku..
mengulum seyum penuh pengharapan tulus
mereka kira aku tak sanggup berpikir dalam
mereka kira aku tak tau
mereka kira aku bodoh
padahal..
aku tau...
aku sanggup melihat..
aku sanggup membedakan anatara tulus dan bualan
aku sanggup mendengar sekalipun aku tak slalu disekeliling mereka
dibalik semua kepalsuan mereka..
aku tau..
dibelakangku mereka menghujatku,
menghakimiku tanpa alasan rasional,
mencoba menikamku dengan segala kesadisan yang tak pernah kuduga
Aku mampu melihat, mendengar, merasakan dari mata hatiku..
Bila kumau..
aku sanggup membuat mereka sengsara hanya denga satu tetes air mataku..
Monday, April 30, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment