Meretas rasa yang tak penah kembali
aku bagai sebuah pelanduk yang tak terlihat
seorang pelaut yang belum pernah bisa menemukan jalan kembali
sesosok bayangan semu yang ditinggal oleh nyata hidupnya
Kumelangkah terserak diantara serpihan rasa yang telah tercabik masa
kupijakkan rinduku diatas bumi yang memelukku
berharap agar suatu detik nanti..
akan ada secercah kisi cahaya melewati hidupku
Kulontarkan kata-kata itu dihadapan mereka
kuperlihatkan seluruh yang ada
ketika mereka mengangguk dan mengakui
kumerasa semua itu bual sampah semata
namun..
bila kuucap kata keliru sedetik saja
mereka lemparkan sorot mata yang mengerikan
mereka hujamkan ribuan hujatan dalam diriku
mereka bertindak SEOLAH MANUSIA TERSUCI di bumi ini
dihadapanku..
mengulum seyum penuh pengharapan tulus
mereka kira aku tak sanggup berpikir dalam
mereka kira aku tak tau
mereka kira aku bodoh
padahal..
aku tau...
aku sanggup melihat..
aku sanggup membedakan anatara tulus dan bualan
aku sanggup mendengar sekalipun aku tak slalu disekeliling mereka
dibalik semua kepalsuan mereka..
aku tau..
dibelakangku mereka menghujatku,
menghakimiku tanpa alasan rasional,
mencoba menikamku dengan segala kesadisan yang tak pernah kuduga
Aku mampu melihat, mendengar, merasakan dari mata hatiku..
Bila kumau..
aku sanggup membuat mereka sengsara hanya denga satu tetes air mataku..
Monday, April 30, 2012
Sunday, April 29, 2012
Kakak... aku mau ***** (sebuah reka adegan di pagi hari)
Pada suatu pagi yang
menenangkan. Hembusan angin tenang menyentuh setiap inchi tubuhku, mencoba
meregangkan syaraf-syaraf yang tegang, menenangkan setiap kisah batin yang
mengiris keputus asaan hidup.
Seperti biasa aku melangkahkan
kakiku pada tempat tujuan yang sama. Di hari libur seperti ini, mungkin
kebanyakan dari penghuni bumi ini lebih memilih untuk bersantai and doing
nothing alias bermalas-malasan.. Berbeda halnya dengan sebagian
penghuni bumi yang kebetulan ditakdirkan untuk (sibuk) sedikit di hari libur
seperti ini.
Dengan derap langkah setengah ogah, ku mencoba untuk mengontrol neuron motorikku agar tercipta sinkronisasi antara otak dan otot penggerakku. Setibanya di tempat (yang tak bisa disebutkan namanya), aku berbincang-bincang tentang kisah-kisah yang seperti itu (u know-lah.. :D). Di tengah tawa kecil kami berdua, tiba-tiba ponselku berdering.. dengan sigap kusambar si merah itu dari tasku. Ada sesuatu yang menakjubkan tertera di layar yang masih menyala itu. Detak jantungku meningkat tajam, keringat dingin disertai desiran darah yang mengalir dari ujung kaki hingga ujung tubuh bagian atas.. Bila menggunakan alat pengukur tekanan darah.. mungkin saja aliran darahku kira-kira saat itu bisa mencapai di atas 170mmHg per detik.. (analogi yang begitu berlebihan).
Dengan tangan yang sudah penuh dengan keringat, degup jantung yang semakin mengeras, dan juga rasa di hati yang sudah tak jelas apa rasanya. Ku mencoba menguasai diriku perlahan, dan kubukaalah pesan itu, "Desty.. maaf ya telat bales.. oiya, k CFd yuk??..."
hatiku bergumam..
Wuaw! ajakan yang sungguh menggiurkan.. terlebih lagi ajakan itu berasal dari orang yang cukup pantas mendapatkan posisi istimewa dalam hidupku. Logika dan naluriku sebagai perempuan yang sedang terjerat asmara, mulai berperang.. Berkali-kali kumencoba mengetik balasan pesan itu, tapi berkali-kali juga kuhapus.. Mungkin inilah situasi penuh dilema yang biasa disebut dengan "GALAU".
Wuaw! ajakan yang sungguh menggiurkan.. terlebih lagi ajakan itu berasal dari orang yang cukup pantas mendapatkan posisi istimewa dalam hidupku. Logika dan naluriku sebagai perempuan yang sedang terjerat asmara, mulai berperang.. Berkali-kali kumencoba mengetik balasan pesan itu, tapi berkali-kali juga kuhapus.. Mungkin inilah situasi penuh dilema yang biasa disebut dengan "GALAU".
Akhirnya, kuputuskan untuk membalas pesan itu dengan kata-kata seperti ini:"yiaah, knp g bilang dari kmaren, kak?? tau gitu aku bolos ja deh". hehehee.
Tak sampai hingga 5 menit, balasan itu kembali datang, “yiah, jangan gitu doonk.. kuliah aja.. semangat ya..” begitulah kira-kira isi pesan itu. Ritme mesin hidupku semakin tak jelas biramanya. Konsentrasiku mulai terpecah. Tak tau harus bicara apa. Otakku mulai berpikir keras, berusaha menemukan kata-kata tepat.. tidak terlalu berlebihan alias alay dan juga tak terlalu monoton yang berakibat membosankan. Kuputuskan untuk mengajukan pertanyaan umum yang biasa dilontarkan oleh para wanita yang slalu “kepo” terhadap doi’nya,
“Pergi ma siapa, kak????” selesai ku ketik, tanpa ragu ku langsung mengirimnya..
“Pergi sama temen2, tp dia udah berangkat duluan”. Itulah balasan
terakhir yang kuterima darinya. Cukup singkat, namun berkesan dalam ingatanku.
Hingga tragedi itupun muncul….
Seperti biasa terjadi, apabila
aku, dia, dan mereka sudah berkumpul, kami slalu bercanda satu sama lain..
bertukar kisah (yang sebenarnya gak penting sih..). tapi bagi kami para ababil
yang berada pada Post-Adolesence stage, obrolan seperti itu bisa menjadi
obrolan yang menarik.
Tiba-tiba sebuah ide gila itu muncul ...
“Des, aku ketik sms ini ya..
trus aku kirim deh ke dia.. Kira-kira apa ya yang akan terjadi??” Gumam temanku
sambil tersenyum geli. Aku hanya bisa tertawa lepas seolah-olah tak ada firasat
ataupun prasangka apapun. Dengan nada santai dan percaya diri, akupun menjawab,“Coba
aja kalo berani kirim ke dia”. Hahaha…
Ketika aku membaca sms tersebut, aku benar-benar kaget bukan main, terperangah, detak jantungku seolah-olah terhenti sejenak. Kucoba merebut ponselku sekuat tenagaku dan kukerahkan setiap power yang kumiliki. Namun apalah dayaku, ku menyerah – pasrah – tak punya kuasa untuk menghentikan pesan sms yang berisi, “Kak, aku mau nikah sama kakak”.
Innalillahii… Bagaikan disambar petir dan kilat, ketika aku membaca pesan itu..
Di tengah kepasrahan itu, aku pun mulai berpikir dan mencoba menguasai naluriku. Perasaanku bercampur menjadi satu. Layaknya larutan heterogen yang terdiri dari beberapa fasa berbeda, bercampur menjadi satu. Entahlah.. apa yang kurasakan.. rasanya detik jam bumi berhenti sesaat.. petir dan kilat itu telah berubah menjadi titik-titik air hujan yang menyatu membentuk prisma cahaya yang begitu indah… Dengan tinggi ketegangan yang sudah mencapai titik maksimum, aku mulai mengetik kata demi kata, “kak, aku minta maaf.. sebenernya bukan aku yang kirim itu. Semua itu perbuatan temanku..”
Yah.… begitulah pagi ini berakhir dengan permintaan maaf atas segala tindak kekonyolan semua ini.. hahahaahaha
Akhirul kata, kutulis semua ini
untuk mengucapkan permintaan maaf yang sebenar-benarnya.. Terimakasih sudah mau
mengizinkanku hadir dalam beberapa waktu terakhir ini.. Terimakasih karena
telah menjadikan beberapa milisekon yang kulalui di hari-hari kemarin, terasa
begitu bermakna.. Terimakasih karena telah membantuku untuk merasakan
getaran-getaran itu yang telah lama hilang tenggelam tertelan rasa yang tak
tentu..
Saturday, April 21, 2012
aku bicara perihal cinta
AKU bicara perihal Cinta ????…
Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.
Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia
kan menyalibmu.
Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu.
Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.
Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.
Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.
Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.
Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.
Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.
Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.
Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.
Pabila kau mencintai kau takkan berkata, “Tuhan ada di dalam hatiku,” tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan”.
Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.
Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.
Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;
Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;
Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu.
Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.
Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia
kan menyalibmu.
Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu.
Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.
Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.
Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.
Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.
Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.
Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.
Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.
Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.
Pabila kau mencintai kau takkan berkata, “Tuhan ada di dalam hatiku,” tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan”.
Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.
Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.
Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;
Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;
Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu.
Ku ingin seperti Bunga MAWAR
ku tak ingin menjadi seperti mawar yang berada di taman..
sekalipun taman itu indah..
namun mawar yang berada di tempat sepertii itu, bisa dipetik oleh sembarang orang..
Ku hanya ingin menjadi seperti bunga mawarr yang berada di tepi jurang..
Karena hanya orang yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk memetik mawar itu..
Ku hanya ingin menjadi seperti bunga mawarr yang berada di tepi jurang..
Karena hanya orang yang memiliki keteguhan hati yang sanggup untuk memetik bunga mawar itu..
Dan sesungguhnya orang yang bisa memetik mawar itu, hanyalah orang yang "TAK miliki MENTAL PECUNDANG .."
=> Jadilah seperti bunga mawar di tepi jurang.."
sekalipun taman itu indah..
namun mawar yang berada di tempat sepertii itu, bisa dipetik oleh sembarang orang..
Ku hanya ingin menjadi seperti bunga mawarr yang berada di tepi jurang..
Karena hanya orang yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk memetik mawar itu..
Ku hanya ingin menjadi seperti bunga mawarr yang berada di tepi jurang..
Karena hanya orang yang memiliki keteguhan hati yang sanggup untuk memetik bunga mawar itu..
Dan sesungguhnya orang yang bisa memetik mawar itu, hanyalah orang yang "TAK miliki MENTAL PECUNDANG .."
=> Jadilah seperti bunga mawar di tepi jurang.."
PUISI untuk Ayah..
Aku tak mampu mengantar kepergianmu
Langit mendung turut berduka
Orang-orang riuh rendah becerita
Tentang segala amal kebaikanmu
Aku datang kepadamu, ayah
Semilir di bawah kamboja dan nisanmu
Aku menangis dan berdoa
Mengenang segala salah dan dosaku kepadamu
Kepergianmu seketika mendewasakan aku
Mengajarkan aku betapa penting arti hidup
Untuk menjadi berguna bagi sesama
Kepergianmu mengajarku
Bagaimana harus mencintai dan menyayangi
Bagaimana harus tulus berkorban dan bersabar
Bagaimana harus berjuang demi anak-anaknya
Hingga saat terakhir hayatmu
Engkau terus berdoa demi kebahagiaan anak-anakmu
Hari ini aku menemuimu, ayah
Lewat sebait puisi untuk mengenangmu
Bila datang saatnya nanti
Kan kuceritakan segala kebesaran dan keagunganmu
Bersama embun fajar kemarau ku sertakan doa
Semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya
Ayah,
Aku merindukanmu
ADAPTED BY "CERMIN SEBUAH HATI"
Langit mendung turut berduka
Orang-orang riuh rendah becerita
Tentang segala amal kebaikanmu
Aku datang kepadamu, ayah
Semilir di bawah kamboja dan nisanmu
Aku menangis dan berdoa
Mengenang segala salah dan dosaku kepadamu
Kepergianmu seketika mendewasakan aku
Mengajarkan aku betapa penting arti hidup
Untuk menjadi berguna bagi sesama
Kepergianmu mengajarku
Bagaimana harus mencintai dan menyayangi
Bagaimana harus tulus berkorban dan bersabar
Bagaimana harus berjuang demi anak-anaknya
Hingga saat terakhir hayatmu
Engkau terus berdoa demi kebahagiaan anak-anakmu
Hari ini aku menemuimu, ayah
Lewat sebait puisi untuk mengenangmu
Bila datang saatnya nanti
Kan kuceritakan segala kebesaran dan keagunganmu
Bersama embun fajar kemarau ku sertakan doa
Semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya
Ayah,
Aku merindukanmu
ADAPTED BY "CERMIN SEBUAH HATI"
Senjaku di Pagi Hari
Bila tak sanggup mengungkapkan lewat ucapan kata.. maka masih ada mata yang mampu menafsirkan setiap cerminan hati seseorang..
Ketika jenuh mulai menguasai pikiran, bertarung demi berusaha melumpuhkan secercah semangat dan harapan yang telah dibangun perlahan..maka terasa bagaikan tak ada lagi cahaya titik yang sanggup menghapus kabut kegelapan yang menyelimuti sistem pikiran yang hakiki.
Maka ketika hal itu terjadi.. aku lebih memilih untuk menghentikan langkahku dan berdiam sesaat..
Bukan menyerah.. melainkan mencoba mengumpulkan semangat dan starter baru untuk kembali melangkah..
namun..
berulangkali ku mencari dan mencari.. tetap saja , ku tak bisa menemukan sorot mata yang tegas itu selain darinya..
Setiap milisekon yang kulalui.. dahulu aku merasakan detik-detik itu bagaikan neraka yang setiap saat membakar bathin yang penuh sesal.. bahkan setiap nafas yang kuhembus begitupun oxygen yang kuhirup, aku merasa ingin cepat melewati semua ini dan berharap agar esok hari tak pernah datang dalam hidupku.. sehingga ku tak perlu untuk khawatir akan hari esok..
tapi, sejak sorot mata itu datang padaku.. menghentikan langkahku.. seolah-olah detik bumi ini pun seketika terhenti..
sorot mata itu bagaikan setitik cahaya yang menunjukkanku pada hakikat kebahagiaan yang terabaikan waktu.. membuatku tersadar bahwa hidup bukanlah hanya untuk masa lalu.. tapi ada masa depan yang siap menyambut jiwa-jiwa kesepian dan benci pengkhianatan.
Sorot mata tegas itu seakan membuat denyut nadiku terhenti..
merasakan bahwa kubutuh sesuatu yang sanggup membuatku damai di setiap saat..
menyadarkanku bahwa aku tak sendiri lagi di bumi ini..
Sorot mata itu..
membuat siangku menjadi malam
malamku menjadi siang..
ketegasan dan kelembutan sorot mata itu membuat matahari-ku terbit di ufuk yang berbeda
dan senjaku yang tengah terbit di pagi hari..
bila tak sanggup pula untuk melakukannya, maka masih ada lidah.. bukan lidah yang menjadi bagian dari sistem indra.. melainkan lidah yang menjadi tangan kedua dari hati.. itu adalah lidah jiwa..Pena adalah lidahnya jiwa.. tak smua orang pandai berucap merangkai kiasan bermakna yang dapat mencairkan setiap nurani yang beku, menenangkan jiwa yang mencari kedamaian, menyulut setiap semangat yang tertinggal di batas akhir keputus-asaan dan kegagalan..
Ketika jenuh mulai menguasai pikiran, bertarung demi berusaha melumpuhkan secercah semangat dan harapan yang telah dibangun perlahan..maka terasa bagaikan tak ada lagi cahaya titik yang sanggup menghapus kabut kegelapan yang menyelimuti sistem pikiran yang hakiki.
Maka ketika hal itu terjadi.. aku lebih memilih untuk menghentikan langkahku dan berdiam sesaat..
Bukan menyerah.. melainkan mencoba mengumpulkan semangat dan starter baru untuk kembali melangkah..
namun..
disaat yang semua lakukan terlihat begitu membosankan.. maka aku lebih suka untuk mencari 'sorot mata itu'..Tak setiap pasang mata di bumi ini memiliki mata yang tegas..
berulangkali ku mencari dan mencari.. tetap saja , ku tak bisa menemukan sorot mata yang tegas itu selain darinya..
Setiap milisekon yang kulalui.. dahulu aku merasakan detik-detik itu bagaikan neraka yang setiap saat membakar bathin yang penuh sesal.. bahkan setiap nafas yang kuhembus begitupun oxygen yang kuhirup, aku merasa ingin cepat melewati semua ini dan berharap agar esok hari tak pernah datang dalam hidupku.. sehingga ku tak perlu untuk khawatir akan hari esok..
tapi, sejak sorot mata itu datang padaku.. menghentikan langkahku.. seolah-olah detik bumi ini pun seketika terhenti..
sorot mata itu bagaikan setitik cahaya yang menunjukkanku pada hakikat kebahagiaan yang terabaikan waktu.. membuatku tersadar bahwa hidup bukanlah hanya untuk masa lalu.. tapi ada masa depan yang siap menyambut jiwa-jiwa kesepian dan benci pengkhianatan.
Sorot mata tegas itu seakan membuat denyut nadiku terhenti..
merasakan bahwa kubutuh sesuatu yang sanggup membuatku damai di setiap saat..
menyadarkanku bahwa aku tak sendiri lagi di bumi ini..
Sorot mata itu..
membuat siangku menjadi malam
malamku menjadi siang..
ketegasan dan kelembutan sorot mata itu membuat matahari-ku terbit di ufuk yang berbeda
dan senjaku yang tengah terbit di pagi hari..
di setiap detik yang kulalui berikut setiap detakan jantung yang terasa menghidupkanku..hingga suatu saat nanti bila ku tak lagi sanggup mendengar, melihat, merasakan lagi tegasnya hidup.. aku masih bisa mengingat sorot mata itu dalam memoriku yang tersisa..
aku berharap agar aku masih diberi kesempatan untuk mengenal sorot mata itu..
kuharap dia menyadari bahwa sorot mata itu adalah benar miliknyaa
Dahsyatnya Energi Mekanik Cinta
kahlil gibran pernaah mengatakan bahwa cinta itu memiliki 2 sisi. Cinta
bisa menjadi kebaikan dan bisa juga menjadi sebuah kesengsaraan yang
nikmat..
saking dahsyatnya energi cinta..
Cinta mampu melunakkan besi yang keras,, mampu mencairkan hati yang beku, dan mampu memberi ketenangan bagi pemiliknya...
tapi, disamping itu cinta seperti unsur Oxygen yg sangat reaktif dan bisa mudah terbakar apabila aada pemicunya..
Jika Energi potensial Cinta bersatu dengan enERGI kinetik Cinta, maka hasilnya adalah energi mekanik cinta yang maha dahsyat..
bagikU Cinta ibarat bagian dari setengah nyawaku, separuh nafasku, dan pengiring detak jantungku..
Selayaknya, sebagai pemilik cinta dalam hatiku..
ku slalu berusaha untuk tetap menjaganya walaupun medan listrik kehidupan di sektarku senantiasa mengujji keteguhanku..
tapi,, karena cinta yg slama ini ku jaga, ku slalu percaya bahwwa ku bisa untuk mengatasi tantangan itu dan menjaga keteguhanku hingga suatu hari nanti ..
saking dahsyatnya energi cinta..
Cinta mampu melunakkan besi yang keras,, mampu mencairkan hati yang beku, dan mampu memberi ketenangan bagi pemiliknya...
tapi, disamping itu cinta seperti unsur Oxygen yg sangat reaktif dan bisa mudah terbakar apabila aada pemicunya..
Jika Energi potensial Cinta bersatu dengan enERGI kinetik Cinta, maka hasilnya adalah energi mekanik cinta yang maha dahsyat..
bagikU Cinta ibarat bagian dari setengah nyawaku, separuh nafasku, dan pengiring detak jantungku..
Selayaknya, sebagai pemilik cinta dalam hatiku..
ku slalu berusaha untuk tetap menjaganya walaupun medan listrik kehidupan di sektarku senantiasa mengujji keteguhanku..
tapi,, karena cinta yg slama ini ku jaga, ku slalu percaya bahwwa ku bisa untuk mengatasi tantangan itu dan menjaga keteguhanku hingga suatu hari nanti ..
Subscribe to:
Posts (Atom)

